Laman

Selasa, 06 Mei 2014

Aku Tahu Kau Tahu Rasanya

aku tahu kau tahu, karna kuyakin kau juga mengalaminya kepada orang lain.
aku tahu beberapa orang disekitar kita juga tahu rasanya. 

semua itu, mari kita namakan "hal yang tidak kuketahui mengapa"
mengapa kau selalu bertaut kepadanya?
mengapa apapun yang kau lakukan semunya berdasarkan kepadanya?
mengapa kau tidak lari saja dari kenyataan?
mengapa kau menjauh saja dari masa lalu?
mengapa kau tidak melakukan apa apa untuk menghentikan ini?
mengapa kau tidak cari saja yang lebih baik darinya?
mengapa kau menolak banyak orang yang membuatmu bahagia?
mengapa kau..
mengapa kau..
mengapa kau terlalu...
terlalu jatuh?

mengapa kau berdiam diri saja? 

aku tidak sendirian.
setidaknya aku telah melakukan survey kepada seorang laki laki yang kutemui sabtu malam kemarin disebuah tempat makan siap saji.

kutanya, mengapa kau begitu?
ia hanya menjawab...
tak tahu.

aku lalu memahaminya, 
tak tahu adalah sebuah jawabannya.
dua-kata yang mengandung banyak makna.
entah karna setia, terlalu susah berpindah, atau malas saja.

terlalu cantik? terlalu banyak kenangan? terlalu nyaman?

nomor satu adalah suatu objekfikasi.
nomor dua adalah suatu spekulasi.
dan yang nomor tiga adalah suatu...  realitas.

bukan anda, tapi hati anda yang membuat keputusan.


salam bodoh,

tara yang belajar merangkai kata