and life must goooooooonwnn.
i tell everything to adit,
and how easy he said...
"iya kayaknya gue tau gimana, makanya gue gamau nanya apapun sama lo, karna pasti lo entar juga cerita,"
"he doestn tell anything with you too, eh?"
"kagak pisyaaann"
"dit, gue kadang mikir dit, ini dia nya yang begimanah apa guenya yang terlalu begimanah ya, gue sampe mikirin itu terus dit,"
*aditnya cuman senyum, bingung juga kayaknya*
"cuz, yu knaw me so well kan dit... lo tau kan?! lo tau kan?!"
"hmm...."
"ego?"
"umm..."
"dia itu tipe pendengar yang baik kan ya dit, iya nggak? dia juga selalu terima saran dari orang banyak, tapi expirednya cepet, kek roti obralan"
"yayaya"
"sampai kapanpun, kayaknya susah ya buat orang orang kesel sama dia, karna kalo udah liat mukanya, semuanya yang mau disembur tiba tiba ketelen, coba gue tanya.. emang dia punya musuh? engga kan? muka sama senyumannya tuh punya sihir, bisa melet orang"
*adit ketawa*
"wdyt?"
"sekaran gini aja, silahkan memutuskan"
"you prefer...."
*senyum lagehhhh*
dan setelah jungkir balik dan makan sosis bakar yang kakaknya adit beliin karna disuruh ibu karna gatega liat aku kelaparan, akhirnya aku hanya menghabiskan malam dirumah adit dengan bersuka cita menyannyikan lagu all of me dan counting stars.
your crazy and i'm out of my mind............
lately i've been, i've been loosing sleep
dan kami kembali memilih untuk menjadi teman baik.
salam minta maaf,
tara yang entah sampai kapan menyakiti diri sendiri dan orang lain.
p.s : i'm not looking for the perfect ones wugi...
dan gue mulai gilak kalo musti begini terus...
(oh mama, haruskah kau tahu ini?)