Pernakah terlintas dalam benakmu mengapa semua yang kau temui tiba tiba berubah?
kau mendapati dirimu menggerutu dan menghakimi semua orang.
kau benci, tapi kau tak bisa berbuat apapun. kau terlalu malas saking kesalnya, percayalah
dan kau akhirnya terbiasa. terbiasa dengan keadaan.
teman temanmu yang kau dan mereka dulu sebut akan menjadi teman selamanya,
kini seakan kepalanya terbentur sesuatu yang parah hingga akhirnya lupa ingatan
teman temanmu yang kau dan mereka dulu sebut akan selalu meluangkan waktu meski berpisah,
kini seakan melihatnya sebagai suatu yang perlu diusahakan adanya alasan untuk berkata tak bisa.
teman temanmu yang kau dan mereka dulu sebut akan blablabla
teman temanmu yang kau dan mereka dulu sebut akan blablabla
teman temanmu yang kau dan mereka dulu sebut akan blalblabla
dan mungkin kau juga akan amnes dan akan meyakinkan dirimu sendiri,
memangnya dulu aku temenan sama siapa yah? aku punya temen yah dulu? yang mana yah?
dan untuk beberapa alasan yang tak terelakan,
aku mengakuinya.
aku mengalaminya.
dan seperti biasa, temanku yang paling setia pertama adalah lamunan, kedua langit, dan ketiga cermin.
lamunan.
langit.
dan, cermin.
benar benar tiga sahabat paling terpercaya.
dan aku memilih cermin untuk kasusku yang satu ini.
"aku benci, mengapa mereka begitu? aku tak habis akal.."
"mereka? mereka juga punya kehidupan, tak bisa kau sadari?"
"ya aku tahu, tapi tak seharusnya.."
"kau sudah tahu akumu, apalagi yang kau mau?"
"mereka kembali"
"pergi saja ke masa lalu"
"bisakah aku?"
"apa harus kujawab juga? aku mulai gila"
"mereka...."
"kau lah yang harus berubah"
"aku berubah? apa yang kurubah?"
"kau dan kau dan kau"
"apa? aku apa?"
"kau bahkan tak sadar, kau juga berubah, semua orang berubah"
"mengapa?"
"kau akan hidup sesuai dengan tempatmu berada, kau kan dulu satu tenpat dengan mereka, kalian tumbuh bersama. tapi kini kan kalian sudah berpisah, tempat hidup kalian juga sudah berbeda"
"aku..."
"kau makin pemarah, kau selalu marah dengan keadan dan situasimu"
"maafkan aku.."
"tapi yang kutahu, kau juga bertambah dewasa"
"tidak"
"ya, aku kan self supportmu. kau lihat aku? aku adalah dirimu, dan dirimu adalah aku. sebaik baiknya yang tahu benar atas dirimu, ya aku, dirimu"
"aku harus bagaimana?"
"jangan pernah menyesal atas apapun, semua harus kau syukuri"
"tapi aku..."
"bersyukurlah karna kau marah pada mereka, karna tandanya kau masih peduli. bersyukurlah mereka lupa akan dirimu, itu tandanya kau harus menjadi pengingat bagi sesama"
"kau sangat bawel"
"kau yang memeberitahuku bahwa kau mau mendasari dirimu dengan bersyukur, atas apapun"
"baiklah, aku menyerah. kau memang pengingat yang baik"
"kita dalah pelupa kelas kakap, camkan itu!"
"aku baru saja menghilangkan buku yang baru kubeli! aku menangis semalaman sampai demam"
"kau bodoh"
"kau juga"
"jaga sikapmu"
"baik yang telah 'beranjak dewasa', aku mengerti"
"kurangi menggerutu, dan melamun juga!"
"lamunan juga temanku, walau semu!"
"sekiranya memang lebih baik sih daripada aku, kau akan dikira gila"
salam elliot smith,
tara dan beernya!
ps: aku benar benar jatuh cinta sampai benar benar gila dengan lagu ini